Tampilkan postingan dengan label Oto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oto. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Januari 2014

Komunitas POLKA Malang, Tetap Eksis ditengah Modernisasi

Touring. Anggota Polka tengah touring mengelilingi alun-alun kota Malang. (POLKA/Dok.Pribadi)

Malang-Dengan adanya era globalisasi, keberadaan sepeda onthel mulai tergeser oleh kendaraan bermotor, padahal sepeda memiliki sejarah panjang dalam mewarnai perjalanan negeri ini. Atas dasar itulah pendiri sekaligus ketua POLKA, Drs. Hariyadi menuturkan "pendirian Polka bertujuan untuk menyangga predikat kota pariwisata dan tempo doeloe Kota Malang yang penuh sejarah sensasional. Sepeda onthel harus tetap diberi nafas dan keleluasaan untuk melintas di jalan-jalan kota ini. Selain juga, Polka mewadahi mereka pemilik dan penghobi onthel punya teman jalan, tukar pikiran, dan bareng-bareng jalan-jalan keliling kota".

Komunitas polka ini memiliki 18 anggota serta memiliki 77 sepeda onthel kuno dengan berbagai macam merk. Mulai dari merek Gazelle buatan Belanda tahun 1925, Raleigh buatan Inggris tahun 1939, Humber Cross buatan Inggris 1901, Philip buatan Inggris tahun 1956-an, Master buatan Belanda tahun 1950, Hercules buatan Inggris tahun 1922, Udson buatan Jerman Timur tahun 1950, Valuas buatan Belanda tahun 1940, sampai merek Nampor buatan Jepang tahun 1950, dan Mihdud buatan India tahun 1915.

Komunitas ini memiliki kebiasaan unik yang slalu dilakukan tiap minggunya. Pada minggu pagi, komunitas ini berolahraga serta memakai pakain tempoe doloe sambil berkeliling dan dan nongkrong di bangunan bangunan kuno yang berada di malang, untuk mengenang serta bernostalgia akan masa lalu. Adapun onthel yang paling tua yang dibuat oleh Humber Cross pada tahun 1901 hanya dimiliki oleh komunita POLKA yang ada di malang ini.

Adapun harga yang ditawarkan pada pemula yang mempunyai hoby mengoleksi sepeda onthel ini, tidaklah mudah, dikarenakan harga yang ditawarkan cukup mahal, berkisat 1,5-jutaan rupiah. Meski sepeda yang dibeli tidak memiliki kelengkapan seperti halnya aslinya.

Polka ini telah berdiri selama tiga tahun, dan tak membuat para pengoleksi polka bosan dengan kegiatan yang ada, dikarenakan kecintaan mereka pada sepeda kuno ini. Banyak dari masyarakat malang yang memiliki sepeda kuno ini, awalnya hanya untuk dipajang karena menurut mereka mereka sebuah kenang-kenangan dari para kakek serta nenek mereka, namun sekarang, dengan adanya komunitas ini, banyak dari mereka yang mengikuti acara komunitas ini, baik pada malam minggu maupun pada hari minggu pagi, dengan bersama-sama memakai kostum tempoe doloe untuk mengenang kota malang. (.qie)

Kamis, 26 Desember 2013

Scooter Community Malang

Logo. Logo resmi PAVEAR. (Net/Dok.Pribadi)
Malang-Scooter Community Malang merupakan salah satu dari 27 perkumpulan penggemar Vespa (Scooter club) yang ada di wilayah Kota Malang, perkumpulan ini berdiri pada 7 Juli 2007 dimana sebagai wadah bagi para penggemar scooter di Kota Malang.

Dilatar belakangi pada tahun 2001 dengan berdirinya PAVEAR (Paguyuban Vespa Arema) yang merupakan basis dari MALVES (Malang Vespa). Klub ini berkembang dengan anggotanya berada di kawasan malang raya terutama daerah malang selatan (kebonagung, pakisaji, dan kepanjen) merupakan awal mula klub SCM, sebenarnya sudah cukup solid dalam membangun hubungan baik secara intern maupun ekstern.

Namun ada beberapa kendala yang menjadikan klub ini vakum dan kurang eksis lagi. 2 tahun kemudian, PAVEAR berganti nama menjadi SPACK sebagai usaha untuk tetap eksis walaupun harus mengubah nama klub, cukup banyak animo masyarakat yang sangat tertarik dan menjadi member pada klub ini. Dari kalangan muda sampai tua, ternyata tidak membuyarkan semangat mereka untuk tetap maju dan terus berkecimpung dalam dunia scooter terutama kawasan malang selatan.

Dengan perjalanan yang cukup singkat seperti klub terdahulu, ternyata SPACK juga mengalami beberapa kendala intern, yaitu adanya kesalah pahaman pemikiran ke depan antara ketua dan para anggotanya. Sehingga klub ini berjalan secara monoton (misal seperti masalah Touring, pendanaan, serta visi misi yang masih abstrak). Sehingga tak dapat dihindari lagi klub ini menjadi vakum dan kurang berfungsi lagi seperti mestinya. Selang waktu yang lama membuat para pecinta vespa malang selatan ini tidak membuyarkan niat mereka untuk tetap berscooter.

Dengan diawali oleh 7 orang yang ingin mengembalikan keadaan seperti dulu, membuat klub ini berganti nama lagi menjadi Scooter Community Malang. Berkumpul setiap Malam minggu dengan home base utama beserta sekretariat mereka di Jl. S Supriyadi Malang tepatnya samping rumah Bapak. Paelan (kecamatan Sukun- Depan kantor pegadaian sukun malang). Seiring berjalannya waktu, ternyata SCM membuahkan hasil dengan bertambahnya jumlah anggota mereka, dari kawasan malang selatan hingga sampai lawang (SUREM) dan sukorejo ` (DOMESS). Dan pada tahun 2009, SCM berpindah tempat sekretariat di Jl. Kol Sugiono No. 238 Malang (Gadang – Rumah Bapak Hadi) home base di Jl. Basuki Rahmad kayu tangan (depan Bank Mandiri Syariah). Dan sampai saat ini keberadaannya masih utuh dan tetep ‘guyub’ dengan mengusung semangat dari klub terdahulunya yaitu : Kerukunan Dan Kebersamaan Pecinta Vespa. ( ES )

GENJI COMMUNITY

Pose. Para anggota Genji tengah berpose di halaman parkir matos
(Genji/Dok.Pribadi)
Malang- Genji Community adalah salah satu komunitas pecinta otomotif di kota Malang. Dimana anggota genji Comunity adalah pengguna mobil Honda Jazz yang tinggal di kota Malang. Kesolidtan semua anggota Genji dalam segala kegiatan yang dilakukan membuat semakin erat hungbungan mereka.

Genji Community berdiri pada tahun 2009, yang berawal dari sering berkumpulnya enam pengguna mobil Honda Jazz yang memiliki hobi, visi dan misi yang sama, maka terbentuklah Genji Communy. Makna Genji sendiri yaitu singkatan dari GE yaitu kode produksi dari Honda Jazz.

Dengan bergulirnya waktu, anggota Genji Community semakin bertambah tiap tahunnya. Ditahun 2013 ini anggota Genji sudah delapan belas anggota, yang berasal dari berbagai latar belakang, dari mahasiswa, karyawan bank, dan pengusaha hingga polisi. Tetapi dengan bergulirnya waktu Genji Community berganti nama menjadi Genji Community Chapter Malang.
Genji Community Chapter malang mempunyai tujuan untuk mempererat persaudaraan antar sesama anggota. Meskipun salah satu dari anggota Genji telah menjual mobilnya, tapi Genji Community chapter tetap berkumpul bersama, tanpa ada kesengganggan antar anggota.

“Kami tetap menerima anggota kami, meski anggota tersebut telah menjual Honda New Jazznya, sehingga silahturahmi tetap terjalin.” papar Vanix Ritonga, Ketua GENJI Community Chapter Malang. Kegiatan internal maupun eksternal digelar pada berbagai kesempatan. Kopdar rutin dilakukan tiap malam Minggu di sekitar Jalan Soekarno-Hatta atau di Cafe De Pans, kawasan Simpang Balapan.

Tidak hanyak berkumpul dan berdiskusi tentang otomotif saja. Genji Community chapter memiliki kegiatan sosial yang dilakukan secara ruti tiap tiga bulan sekali. Baksos, pemberian berupa uang dan kebutuhan pokok di panti asuhan. Kegiatan tersebut dilakukan secara bergulir di sekitar kota Malang.
Untuk menjadi anggota komunitas ini tidaklah sulit, yang pasti harus memiliki Honda New Jazz dan mengikuti pertemuan rutin selama dua kali. GENJI Community Chapter Malang anti narkoba dan tidak mengharuskan anggotanya untuk memodifikasi mobilnya. Bagi ingin bergabung di komunitas ini maka cukup datang di sekretariatan Genji di Sidodadi Jln. Rays Tlogomas 6 Malang (MN)

Sekretariat
GENJI Community Chapter Malang
Sidodadi Auto Body Repair and Paint
Jalan Raya tlogomas 6 malang
Tlp. 0341 553235

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes