Tampilkan postingan dengan label Unique. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unique. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Januari 2014

Komunitas Backpacker Malang Raya

Logo. Logo komunitas Backpacker yang dibuat oleh Fikri. (Backpacker/Dok.Pribadi)
Malang-Komunitas backpacper malang raya atau KBMR sampai saat ini adalah satu-satunya wadah bagi para backpacker area Malang untuk saling berbagi pengalaman atau sharing tentang kegiatan-kegiatan yang bersifat travel.. KBMR secara resmi berdiri pada tanggal 22 September 2011, diawali dari sebuah group jejaring sosial, komunitas yang sekarang mempunyai lebih dari 500 anggota ini mulai mengadakan kegiatan-kegiatan rutin seperti gathering, trip bareng, atau partisipasi dalam acara-acara tertentu, dll..

berdirinya Komunitas Backpacker Malang Raya di motori oleh Fikri B. Zakaria [Bejett], seorang mahasiswa sekaligus backpacker aktif. Yang awalnya adalah karena iseng, waktu itu Fikri memperhatikan bahwa sudah banyak komunitas backpacker di tiap kota di Indonesia kecuali di Malang. lalu dari sebuah group jejaring sosial yang sepi, Fikri kemudian mengangkat nama KBMR melalui sebuah acara Talkshow bareng Trinity [Penulis buku The Naked Traveler] yang di adakan di sebuah universitas negeri ternama kota Malang.. dalam acara tersebut, Fikri B. Zakaria menjadi pembicara atas nama Komunitas Backpacker Malang Raya.

sejak saat itu, anggota KBMR mulai ramai, kemudian mulailah diadakan gathering-gathering untuk sekedar nongkrong bareng sambil tukar pengalaman atau sharing rencana backpacking anggotanya.. melalui gathering tersebut, para anggota bisa mendapatkan informasi-informasi akurat seputar destinasi wisata plus berbagai kisah pengalaman pribadi yang seru, menarik, lucu, gila, dll dari anggota yang sudah berpengalaman.

Selain dari Malang, banyak anggota Komunitas Backpacker Malang Raya yang berasal dari berbagai daerah di luar kota, mulai dari Jakarta, Bogor, Bekasi, Kalimantan, Probolinggo, dll. kebanyakan berdomisili di Malang sebagai mahasiswa, ada juga yang berdomisili di Malang karena tuntutan pekerjaan.. latar belakang tempat asal yang berbeda-beda tersebut membuat acara gathering selalu menarik. (ES)

Minggu, 22 Desember 2013

Wariapun Peduli HIV AIDS, Bagaimana Dengan Anda ?

Jambore. Anggota Wamapara tengah melakukan Jambore Jatim-Bali
di Batu tahun 2012 kemarin. (Wamapara/Dok.Pribadi)
Malang-HIV AIDS adalah salah satu penyakit pembunuh di dunia, penyakit ini tidaklah  mempertimbangkan jenis kelamin, ras agama dan kedudukan. Semua orang pun dapat terserang penyakit ini. Penyakit yang menyerang kekebalan tubuh ini disebabkan oleh inveksi Virus HIV atau virus-virus lain. Penderita yang terserang penyakit ini sangatlah memerlukan dukungan untuk bisa melewati penyakit ini, salah satunya adalah  Waria Malang Raya Peduli AIDS (WAMARAPA).
WAMARAPA berdiri sejak tahun 2003. Organisasi social ini berdiri karena pada saat itu banyak sekali waria terserang AIDS. Dari situlah waria Semalang Raya berinisiatif untuk mendirikan organisasi kemanusiaan dan  ikut peduli serta membatu pemberantasan HIV AIDS. Dalam  hal ini Miche (43) nama samaran, merupakan narasumber yang tidak ingin disebut namanya menceritakan bahwa AIDS telah menelan  temanya. “Teman saya sakit dan terserang HIV AIDS, saat itu temen saya didiskriminasi karena ia terjangkit penyakit yang mematikan itu, akhirnya kami semua waria Semalang Raya mendirikan WAMARAPA, karena kami peduli korban dari HIV AID khususnya waria,” ujar Miche.
Organisasi social ini mempunyai tujuan yang mulia yaitu membantu waria dan pasangannya. WAMARAPA sudah mempunyai kurang lebih 100 anggota yang aktif, yang terdiri dari waria dan guy Semalang Raya. Saat ini WAMARAPA masih belum mempunyai bestmant sebagai tempat untuk berdiskusi, tetapi untuk sementara bestment WAMARAPA  berada di Salon Teguh Sawojajar.
WAMARAPA sudahlah diakui oleh Nasional, bahkan Internasional. Saat ini organisasi social ini bekerjasama dengan dinas kesehatan dan lembaga dari luar negeri. Bahkan WAMARAPA sudah mempunyai sertifikat notaris dan terbukti valit.
Kegiatan yang dilakukan oleh WAMARAPA sendiri sangatlah banyak, yaitu mengadakan seminar atau workshop tentang AIDS, mengikuti berbagai perlombaan dan yang paling utama adalah membantu dan memberikan semangat bagi penderita AIDS.
Festival. Anggota Wamapara ketika tengah mengikuti festival pertengahan tahun lalu. (Wamapara/Dok.Pribadi)

AIDS adalah  penyakit yang menyerang  kekebalan  tubuh yang diakibatkan dari hubungan sexs, pertukaran cairan dll, sebenarnya AIDS adalah  penyakit yang biasa. “ Sebenarnya menurut saya AIDS itu adalah penyakit yang biasa, cara penularanyapun biasa kelau kita sendiri mau menyadarinya,” ucap Miche yang hobby makan dan memasak ini.
AIDS sendiri akan  mengerogoti kekebalan tubuh pada penderita, penderita akan kurus jika tidaklah  mendapatkan  perawatan yang intensif. Dari banyaknya  anggota WAMARAPA, sudah banyak yang terkena HIV AIDS. Meskipun  mereka sudah terbukti positive menyidap penyakit ini. Tetapi mereka  masi bisa kuat, karena mereka  mendapatkan dorongan, dan semangat dari semua teman-teman waria yang bergabung di WAMARAPA. “Kita ngak selayaknya meninggalkan  mereka, yang harus dilakukan yaitu merangkul, mendekati, dan mendukung mereka, saya ndak peduli mereka positive terkena AIDS. Saya juga  tidak takut tertular. Mereka tidak pantas untuk dibenci dan dijauhi.” Ungkap Miche yang pernah kuliah di salah satu Universitas Unggulan di Surabaya.
Anggota WAMARAPA berasal dari berbagi kalangan. Ada yang sudah kerja dan mahasiswa di Malang pun sangtlah banyak. Biasanya WAMARAPA menagadakan seminar-seminar AIDS di kampus-kampus yang bekerja sama dengan DIKSOS dan Diknas Kesehatan.
Soal AIDS, Miche sudah sangat familiar dan terbiasa mendengar kata-kata itu. Ia sering membantu temanya yang mengidap penyakit mematikan ini. Bahkan ia pernah dikirim ke Thailand untuk membantu  penanganan penyakit ini. “ Saya pernah dikirim ke Thailand untuk membantu waria yang terkena AIDS. Disana penderita dikirim ke tempat yang terpencil agar dapa tenang dan diobati sampai sembuh. Ketika sudah sembuh  ia harus berganti untuk membantu merawat penderita lain. Sungguh sangat diperhatikan.” Ujar Miche.
Kedepanya penderita AIDS harus lebih diperhatikan dan didorong untuk bisa sembuh dari penyakit mematikan ini. Karena hanya dengan semangat dan doronganlah mereka bisa hidup. “Saya berharap Malang kosong dari HIV AIDS, 100 % Kondom.” Ungkap Miche. Harapan ini tumbuh tidak hanya kepada waria dan anggota dari WAMARAPA saja, tetapi masyarakat umum yang terjangkit penyakit ini haruslah lebih diperhatikan lagi. (SRO)

Rabu, 18 Desember 2013

MEC Is The Good Community

Diskusi.Anggota MEC UMM sedang berdiskusi dalam kegiatan rutin MEC mulai senin sampai Jumat. (Comm/SRO)


Malang-Pagi pagi sang burung bangun. Menyapa manusia menuju tujuan. Senyuman manisnya menandakan mimpi telah dimulai. This is my big dream. Semangat dan senyuman pagi tuk mencapai mimpi


Ketika pagi dimulai kebanyakan orang sibuk untuk bersiap beraktivitas pagi. Sama halnya dengan Morning English Community (MEC). Setiap pagi tepatnya mulai Senin sampai Jumat, komunitas pecinta bahasa Inggris ini berkumpul di Helipet Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Setiap pukul 06.00 sampai 06.45, MEC selalu memulai harinya untuk menyajikan dan mencerdaskan anggotanya untuk berbicara Bahasa Inggris.


MEC sendiri dibangun oleh dua orang sahabat yang mengimpikan kelak UMM mengunakan bahasa Inggris untuk beraktifitas sehari-hari. “Kami mengimpikan nantinya kampus putih ini akan berubah menjadi Universitas yang menggunakan bahasa Inggris untuk beraktivitas. Sekarang mengkin berbicara bahasa Inggris masih jarang dijampui di kampus ini, tetapi suatu saat nanti berbeda, orang akan binggung jika berbicara bahasa Indonesia di kampus ini tanpa mengurangi kecintaan pada Indonesia”, kata dua sahabat yang sedang belajar di Jurusan Akuntansi ini.


MEC sendiri berdiri pada hari Sabtu 24 November 2012. Dua sahabat ini mendirikan MEC karena ingin berbagi ilmu kepada sesama, karena banyak sekali mahasiswa yang ingin bisa berbahasa Inggris, tetapi belum ada yang memadahi, kalaupun ada, itupun pasti masih mementingkan even-even dan diskusipun ditinggalkan. Dua sahabat ini juga berfikir jika membuat MEC ini menunggu perfect dan mendapatkan TOEFL bagus. Maka berapa tahun lagi MEC ini berdiri ??? Sampai kapan lagi bisa berkembang lebih baik lagi jika tidak pernah diawali.


Saat ini anggota MEC masih sekitar 20 orang. Memang sangat sedikit, malahan saat berdiri pertama kalinya hanya dua orang sahabat itu, kemudian Senin bertambah, Selasa, Rabu, Kamis bertambah dan setiap hari bertambah. Dan sampai sekarang bisa mencapai 20 orang, itupun akan terus bertambah. Ingatlah ketika pepatah berkata, sedikit lama-lama menjadi bukit. Begitu pula dengan MEC, yang awalnya hanyalah dua orang dan sampai akhirnya sekarang mencapai 20 orang. Serta pepatah berkata, lebih baik sedikit tetapi berkwalitas daripada banyak tetapi tidak berkwalitas.


Jikalau orang yang biasanya pada pukul 06.00 masih tidur ataupun masih sibuk dengan keperluan lain. Lain halnya dengan MEC. Pasti orang akan berfikir “kenapa harus pagi ?.” dan jawabanya adalah disaat pagi fikiran kita masih sangat fresh, segar dan kita akan mudah mencerna kata atau kalimat yang masuk, serta kita belum banyak berbicara, maka dengan itu kita akan mudah berbicara dalam berbahasa Inggris. Itulah sebabnya dua sahabat ini memilih pagi sebagai waktu yang tepat, disamping itu kita tidak perlu repot memikirkan tugas kuliah, rapat ataupun yang lainya, karena tugas atupun rapat biasa dilaksanakan setelah selesai perkuliahan.


Dua tokoh sahabat yang berjasa membangun MEC ini adalah Muh Izzudin Akhdita dan Edy Saputro. Dua mahasiswa UMM dari jurusan Akutansi yang berbeda semester ini membagi MEC menjadi dua bagian, yaitu General dan Special Program. General program berisi dengan English Debate, Improving Vocabularies, English Discussion, English Public Speaking and English Expert (Grammer and Writing). Tidak hanya skill dalam berbahasa Inggris saja yang dilakukan MEC, tetapi special program seperti Entrepreneur, Student Achievement, Field Trip and Competition. Jadi tidak hanya belajar bahsa Inggris di MEC ini, tetapi juga belajar dalam enterpreniur, mengikuti kompetisi dll. Masih banyak lagi kelebihan jika mengikuti MEC.


Untuk menjadi orang yang maju perlu adanya kerja keras dan perjuangan penuh. Untuk mengikuti MEC ini sangatlah muda, tinggal datang setiap hari Senin sampai dengan Jumat dan mulailah untuk mengasah kemampuanmu. Tidak begitu bisa, is no problem. Di MEC semua anggota sama, yang bisa akan membantu yang tak bisa, begitu sebaliknya. MEC sendiri free, meskipun free tetapi setiap anggota harus mempunyai komitment dan tanggung jawab untuk akif dalam MEC. Setiap ada kemauan untuk maju, maka Tuhanmu akan memberikan jalan terbaik untukmu.


Untuk mencapai kesuksesan, MEC mempunyai visi “become excellent community in improving English skill and self potential” dan misinya adalah “mengadakan acara yang progresif dan banyak event.” Dengan visi misi yang ada, diharapkan anggota dari MEC dapat menjalankan visi misi untuk mencapai tujuan.


The future belongs to those who believe in the beauty of their dream, believe dream and make it happen, dan kerja keras adalah kerja cepat. Kumpulan kata-kata indah itu dapat memotifasi anggotanya untuk dapat percaya diri dan berpikir positif. “I can, if I think I can.” Itulah moto yang digunakan oleh komunitas pecinta bahasa Ingris ini.


Dalam suatu jalan pastilah mempunyai harapan besar untuk mencapai big dream. Harapan masa depan ini sebagai tumpuan semangat untuk mengapai harapan itu. Untuk kedapanya MEC ini akan semakin maju dan dikenal. Semua target jangka pendek, menengah dan kedepan dapat terlaksana dengan baik dan lancar. “Tentu saja semua target dapat terjawab. Setiap mimpi besar, perlu adanya kerja sama dan saling bantu antar sesama,” ujar Edy yang berasal dari kota Malang ini.


Mimpi besar tidak hanya sebagai mimpi, tetapi mimpi untuk dijadikan menjadi kenyataan. Seseorang akan hanya bermimpi jika dia hanya bersenang-senang gembira. Mimpimu yang besar hanya dapat dikabulakan dengan lima hal, usaha, berdoa, sabar, ikhlas dan percaya diri. Tanam lima hal dalam benak. Serahkan semuanya kepada Tuhan semesta alam. Dengan segala macam tantangan dan cobaan. Suatu saat nanti anda akan melihat jam tayangnya. “You can if you think you can. This is real” (SRO)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes